Jumat, 07 September 2018

#100 Tahun MA Mengabdi Khittah Perjuangan Mathla’ul Anwar Kepuh Kec.Cinangka Kab. Serang dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Oleh : Zainul Arifin, M.Pd

A.  MUQODDIMAH

Mathla’ul Anwar Kepuh Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang adalah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Keagamaan, Mathla’ul Anwar (bahasa arab, yang artinya tempat munculnya cahaya) yang mengelola pendidikan,  da’wah dan sosial yang berdiri sejak tahun 1918 M cabang kedua dari Mathla’ul Anwar Menes Pandeglang yang berdiri pada tahun 1916 M, Mathla’ul Anwar Kepuh didirikan oleh para kyai serta tokoh masyarakat yang berada di daerah Kampung kepuh dan sekitarnya. Sejak awal memang Mathla’ul Anwar bergerak dalam bidang pendidikan. Perlu diingat Mathla’ul Anwar Kepuh adalah ormas yang mendirikan sekolah dengan sistem klasikal modern di wilayah cinangka khususnya dan umumnya kabupaten serang yaitu madrasah. Pendidikan yang diterapkan di Mathla’ul Anwar Kepuh saat itu namanya MWB (Madrasah Wajib Belajar) yaitu pada tahun 1960. sistemnya mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Dan tenaga pendidik/guru yang melakukan pengajaran di Madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh berasal dari Mathla’ul Anwar Menes, atas perintah Ki Abdurahman diutuslah beberapa guru yaitu  :
1.    Ki Abeh (Harbi) bin Ki Abdurrahman,
2.    Ki M. Sidik ( Sapijan ), Sepulangnya dari mengajar beliau berdagang hingga memiliki istri namun tidak dikaruniai keturunan, kemudian beliau melanjutkan berdagang ke Karawang dan singapura.
3.    Ki Abidin, beliau punya murid yaitu KH.Abul Syukur, (Kepuh) KH. Hasyim (Nangkaberit), KH Samsudin (Kubang Karees, KH. Abdul Latif (babakan).
4. Ki Ahmad Salmani, disamping mengajar  beliau juga memiliki keahlian menjahit maka sepulangnya dari mengajar setiap harinya beliau isi dengan kegiatan menjahit,
Sejak awal berdirinya Mathla’ul Anwar Kepuh telah mekasanakan misi pendidikan, sosial dan dakwah di wilayah Kecamatan Cinangka khususnya, dan Kabupaten Serang pada umumnya, dimulai dari pengajian-pengajian, Hingga mendirikan lembaga pendidikan formal dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Dari awal berdirinya pendidikan Mathla’ul Anwar Kepuh memiliki Fungsi untuk mencerdaskan ummat manusia dan bangsa sehingga menjadi terhormat dalam pergaulan berbangsa dan beragama serta untuk memberikan wawasan yang plural sehingga mampu menjadi penopang kemajauan pembangunan agama dan bangsa.
Selain madrasah, pendidikan lain yang dikelola oleh Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh adalah pesantren, dengan segala dinamikanya, keberadaan pesantren telah memberikan sumbangan besar yang tidak ternilai harganya dalam mencerdaskan anak bangsa, menyuburkan tradisi keagamaan yang mampu berbaur dengan masyarakat berbekal ilmu-ilmu agama yang kuat serta menciptakan generasi yang berakhlak karimah.
Pendidikan pesantren dirancang dan dikelola untuk menumbuh kembangkan umat yang memiliki kemandirian yang luar biasa, juga  mengembangkan ilmu (agama) demi mewujudkan insan sholeh-sholehah yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Sebagai lembaga pendidikan, peran utama Pondok pesantren tentu saja menyelenggarakan pendidikan keislaman untuk para santri. Namun dari masa ke masa pesantren tidak hanya berperan dalam soal pendidikan, tetapi juga peran-peran sosial bagi masyarakat di sekitarnya.
Adapun pondok pesantren yang berdiri saat itu dan berada dibawah naungan perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh yaitu :
1.    Pondok Pesantren Nurul Anwar di kampung Kepuh di bawah Pimpinan Ustadz. Sanari Jamil
2.    Pondok Pesantren Miftahul Anwar dikampung Kepuh bawah pimpinan Ibu Hj. Hindun
3.    Pondok Pesantren Roudlotul Anwar Kampung Kepuh di bawah Pimpinan Hj. Aminah ( Ibu Emin)
4.    Pondok Pesantren Syubbanul Anwar di Kampung Dangdeur di bawah Pimpinan Ibu Marsanah
5.    Pondok Pesantren Al-Anwar di Kampung Kubang Karees dibawah Pimpinan KH. Syamsudin
6.    Pondok Pesantren Darul Anwar di kampung Nangka Berit di bawah pimpinan KH. A. Ruyadi Zaeni.
Walaupun pada saat itu Sarana dan prasarana penunjang pendidikan juga  masih sangat jauh dari kata layak,” namun tidak menyurutkan semangat para guru untuk mengajar berbagi ilmu kepada anak-anak didiknya, mereka tergerak mengajar untuk membangun generasi cerdas agar menjadi insan yang sholeh dan sholehah, meskipun kampung Kepuh jaraknya jauh dari pusat perkotaan. Seiring dengan berjalannya waktu   disertai animo masyarakat yang sangat tinggi murid yang belajar di madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh dari tahun ke tahun mengalami peningkatan terbukti dengan banyaknya siswa yang sekolah di madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh saat ini tidak hanya dari masyarakat sekitar, melainkan juga dari daerah-daerah lain, seperti dari Jakarta, tangerang, lampung, semarang, cirebon  dan daerah lainnya. Bagi siswa yang jauh mereka tinggal di Pondok Pesantren Darul Anwar di bawah Pimpinan/Pengasuh KH. Ahmad Ruyadi Zaeni dan Pondok Pesantren Miftahul Huda di bawah Pimpinan/Pengasuh KH. Iin Faizin.
Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang berjasa besar dalam membangun lembaga pendidikan  Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh-Cinangka :

1.    Kyai  Sajaya
2.    KH. Saiman (Cikiara)
3.    KH. Akhyar (Kepuh)
4.    KH. Rahiman (Kepuh)
5.    KH. Abdussalam (Kepuh)
6.    Kyai Halimi (Kepuh)
7.    KH. M. Nuh (Kubang Karees)
8.    KH. Masuta (Kubang Karees)
9.    KH. Abdul Syukur (Kepuh)
10.   KH. Isman (Cikondang)
11.    KH. Syadeli ( Cikiara)
12.    Hj. Hindun (Kepuh)
13.    Hj. Neneng Mahdiah (Kepuh)
14.    Hj. Aminah (Kepuh)
15.    Nyi Rofi’ah (Kepuh)
16.    H. Abdul Malik (Kepuh)
17.    KH. Rusydi ( Kepuh )
18.    KH. Syamsudin (Kubang Karees)
19.    H. Jaro Said (Kubangkarees)
20.    KH. Syarto (Kepuh)
21.    KH. Imam Nawawi (Kepuh)
22.    Satra (Kubang Karees)
23.    H. Sakam (Kubangkarees)
24.    H. Kurtubi (Kepuh)
25.    KH. Imam Nawawi (Kepuh)
26.    Khusni Said (Kepuh)
27.    H. Supri Yusuf (Kubang Karees)
28.    H. Hariri (Kubang Karees)
29.    H. Memed Munawar (Kepuh)
30.    Drs.H.Munawir Syafe’i (Kubangkarees)
31.    Drs. Sofwani ( Kubangkarees)
32.    KH. M.Ardabily Akhyar,BA (Kepuh)
33.    Drs. Nunung Januryadi (Jambu)
34.    KH. Arkasim (Kepuh)
35.    KH. Dhoifun,HS.BA (Kepuh)
36.    Juhdi Wijaya (Kepuh)
37.    Abay Saefudin (Kepuh)
38.    Masaliyudin (Kepuh)
39.    Janawi (Kepuh)
40.    Romawi (Kubangkarees)
41.    Ustadz Sanari Jamil (Kepuh)
42.    KH. A. Ruyadi Zaeni (Kepuh)
43.    Sayuti Akhyar BA ( Kepuh)
44.    Shoim Said (Kubang Karees)
45.    H. Rukhissalam, SE (Kepuh)
Dan masih banyak tokoh-tokoh Mathla’ul Anwar Kepuh yang belum bisa disebutkan satu-persatu.

B.  Khittah Mathla’ul Anwar Kepuh

Khittah adalah garis-garis pokok. Yang dimaksud dengan Khittah Mathla’ul Anwar adalah garis-garis yang dijadikan landasan oleh Organisasi Mathla’ul Anwar baik pusat maupun cabang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Ormas Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Adapun garis-garis pokok (khittah) Mathla’ul Anwar sebagai berikut : 
1.    Al-Qur’an sebagai sumber utama dan pertama dalam menggali kebenaran iman dan ilmu pengetahuan.
2.    Hadits (As-Sunnah) dari Rasulullah SAW sebagai pedoman operasional dalam kehidupan beragama Islam.
3.    Ijma’ Sahabat merupakan rujukan pertama dalam memahami isi kandungan al-Qur’an dan as-Sunnah.
4.    Qiyas merupakan upaya yang sangat penting dalam menanggapi perkembangan sosial budaya yang selalu berkembang dikalangan ummat dan masyarakat
5.    Mathla’ul Anwar bersikap tasamuh terhadap semua pendapat para ulama mujtahidin. 

Khittah merupakan langkah-langkah yang terperinci yang memberikan jalan dan arah bagi amal usaha,  Mathla’ul Anwar Kepuh berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu'amalat, yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif yang berdasarkan Al-Qur’an, Hadits (As-sunnah), Ijma dan Qiyas. Mathla’ul Anwar didirikan untuk meningkatkan mutu pribadi-pribadi muslim yang mampu menyesuaikan hidup dan kehidupannya dengan ajaran agama Islam serta mengembangkannya, Dengan mengemban misi tersebut Mathla’ul Anwar dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi Rahmatan lil-'alamin (sebagai rahmat bagi seluruh alam) dalam kehidupan di muka bumi ini.

C.  peran mathla’ul anwar kepuh terhadap bangsa dan negara
Sebagai organisasi keagamaan, Mathla’ul Anwar Kepuh merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia yang senantiasa berusaha memegang teguh prinsip persaudaraan (ukhuwah), toleransi (tasamuh), kebersamaan dan hidup berdampingan antar sesama umat Islam maupun dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan  atau agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.
Mathla’ul Anwar Kepuh berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab dalam mewujudkan "Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur".
Dalam konteks berbangsa dan bernegara, peran dan kiprah Mathla’ul Anwar Kepuh telah mampu  mengawal perjalanan bangsa ini kearah yang lebih baik dengan mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kemanusiaan. Dalam melaksanakan misi utamanya sebagai organisasi kemasyrakatan yang bergerak di bidang Pendidikan, sosial dan dakwah, maka Mathla’ul Anwar kepuh tidak dapat melepaskan diri dari dinamika politik bangsa. Politik dan dakwah adalah dua kegiatan yang saling mempengaruhi. Mathla’ul Anwar secara kelembagaan tidak menempatkan politik sebagai kepentingan tujuan yang dominan. Perlu semakin dimantapkan sebagai visi dan cita pergerakan kultural, tanpa perlu terjebak pada pemenuhan kepentingan-kepentingan politik yang bersifat jangka pendek dan sesaat.
Mathla’ul Anwar Kepuh sebagai organisasi sosial keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara. Karena itu, Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan.
Mathla’ul Anwar Kepuh meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama. Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Mathla’ul Anwar dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mathla’ul Anwar Kepuh meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, dan kebersamaan.
Mathla’ul Anwar Kepuh memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang demokratis.
Mathla’ul Anwar Kepuh mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan (real politics) untuk dijalankan oleh partai-partai politik dan lembaga-lembaga formal kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju terciptanya sistem politik yang demokratis sesuai dengan cita-cita luhur bangsa dan negara. Dalam hal ini perjuangan politik yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar mengedepankan kepentingan rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama sebagaimana yang menjadi semangat dasar dan tujuan didirikannya negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945.
Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa. Mathla’ul Anwar kepuh secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan penuh kebersamaan.
Mathla’ul Anwar Kepuh tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi manapun. Namun Mathla’ul Anwar Kepuh selalu memberikan kebebasan kepada setiap warganya untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih tersebut harus merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Mathla’ul Anwar Kepuh, demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Mathla’ul Anwar Kepuh meminta kepada segenap warganya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah). Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan misi Mathla’ul Anwar Kepuh dalam melaksanakan pendidikan, sosial dan da'wah.
Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan manapun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, dan demokratis.
D.  PENUTUP
Mathla’ul Anwar Kepuh adalah organisasi yang mengelola pendidikan,  da’wah dan sosial. Dengan Khittah dan gerakannya Mathla’ul Anwar Kepuh selalu proaktif dalam memainkan perannya sebagai organisasi yang cinta tanah air melalui aktualisasi kerja-kerja dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah. Dalam rangka mewujudkan cita-cita baik yang bersifat keagamaan maupun kemasyarakatan, seperti peningkatan bidang keilmuan, peningkatan kegiatan dakwah Islam, dan pelayanan sosial.
Sebagai organisasi yang mempunyai fungsi pendidikan, Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa berusaha secara sadar untuk menciptakan warga negara yang menyadari akan hak dan kewajibannya terhadap bangsa dan negara dengan melakukan kegiatan pembelajaran demi mencerdaskan kehidupan putra-putri bangsa.
Seperti yang kita tahu bahwa Mathla’ul Anwar Kepuh secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Setiap warga Mathla’ul Anwar Kepuh adalah warga negara yang mempunyai hak-hak politik yang dilindungi oleh undang-undang dan harus dilakukan secara bertanggung jawab.
Melalui Khittah dan gerakan Mathla’ul Anwar Kepuh dapat memainkan peran kebangsaan secara lebih proaktif melalui aktualisasi kerja-kerja dakwah, pendidikan dan sosial. untuk memperkuat basis civil-society maupun penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, Khittah perjuangan harus menjadi suri tauladan bagi warga Mathla’ul Anwar khususnya dan umat islam pada umumnya dengan semangat saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan saling berlomba-lomba untuk menuju cinta dan kasih sayang Allah.
 Penulis adalah Divisi Dakwah di Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang
#Bangga Ber_MA

Selasa, 04 September 2018

LPS (LEMBAGA PERS SISWA) MADRASAH ALIYAH MATHLA’UL ANWAR KEPUH DIRESMIKAN “ALMANPUH.News’


KEPUH – Peresmian organisasi LPS (Lembaga Pers Siswa) ALMANPUH.News diresmikan oleh kepala sekolah Madrasah Aliyah MATHLAUL ANWAR KEPUH yaitu bapak Uut Sutisna S.Pd.I pada tanggal 03 September 2018. Organisasi baru ini menjadi wadah untuk mengekspresikan keahlian siswa/i MA Mathlaul Anwar Kepuh terutama dibidang jurnalistik, seperti menulis, fotografi, videografi, reporter bahkan menjadi wartawan sekolah.
Selain itu, organisasi ini beranggotakan 7 orang, yaitu Annisa Zahra Arrachman selaku pemimpin redaksi, Marisa Sri Mulyani dan Tia Mutiana selaku fotografer, Risda Khoirunnisa selaku videografer, Ulu Selvia selaku reporter, Raudhotus Shofa dan  Fani Fadillah selaku penulis. Serta dibina oleh 4 pembina, yaitu bapak Edih Sarto yang merupakan lulusan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, selain itu beliau juga merupakan salah satu guru mata pelajaran dibidang sejarah indonesia dan sejarah nusantara, beliau juga pernah mempunyai pengalaman menjadi anggota jurnalistik di kampusnya. Pembina selanjutnya yaitu, bapak Sahid yang memegang jabatan sebagai Sekjen di MA Mathlaul Anwar Kepuh, keahliannya dibidang TIK sudah tidak diragukan lagi, beliau juga pernah menjadi salah satu wartawan berita di kampusnya. Kemudian pembina selanjutnya yaitu ka Muhamad Alim dan ka Putri Ardhia Firdaus mereka merupakan alumni dari MA Mathlaul Anwar Kepuh tahun 2017 yang saat ini mereka sedang berkuliah di salah satu Universitas swasta bergengsi yang ada di Provinsi Banten yaitu UNSERA (Universitas Serang Raya) dan mengambil jurusan Science Of Communication.
Pembentukan dan peresmian Organisasi LPS ALMANPUH.News ini disambut sangat baik oleh Kepala Sekolah dan guru-guru MA Mathlaul Anwar Kepuh. Menurut bapak pribadi, adanya lembaga pers siswa ini sangat membantu siswa untuk mengembangkan bakat-bakatnya seperti menulis cerpen dan fotografi, selain itu bapak berharap LPS ALMANPUH.News ini menjadi organisasi di sekolah yang semakin di sukai siswa/i. ucap Bapak Uut Sutisna S.Pd.I selaku Kepala sekolah MA Mathlaul Anwar Kepuh.
Organisasi ini merupakan organisasi Pers Siswa pertama yang ada di kecamatan Cinangka. Karena organisasi baru dan banyak siswa yang belum tahu apa itu Lembaga Pers, jadi masih minim anggota yang mendaftar pada saat pendaftaran. tetapi pembina dan anggota LPS yakin bahwa LPS ALMANPUH.News akan bekerja dengan baik, dan menunjukkan bahwa LPS ALMANPUH.News bisa menjadi wadah ekspresi dan mengembanhkan keahlian siswa/i. Pembina LPS yakin bahwa ditahun berikutnya akan lebih banyak lagi siswa yang akan bergabung di organisasi ini. ALMANPUH.News
Reporter : LPS ALMANPUH.News (Annisa/Ulu/Al)

Jumat, 31 Agustus 2018

SOSOK ASRIATI

Salah satu siswi mathlaul anwar kepuh  Yg mengikuti paskibraka angkatan thn ini ya itu thn 2018, ternyata keinginan dia untuk menjdi seorng paskibraka sejak dia duduk di bangkau smp. Motifasi dia mengikuti paskibraka ingin mencari banyak pengalaman dan ingin mengembangkan kemampuan lkbb yg dia pelajari  d kegiatan pramuka. Selama mengikuti paskibraka kecamatan cinangka, banyak kesan yg ia daptkan d antaranya dia merasa senang karna bisa terpilih menjadi seorng paskibraka tingkat kecamatan. selain itu, dia banyak belajar selama menjadi anggota paskibra yg tdinya dia tidak tau menjadi tau ,yg tdinya dia tidak mengerti menjadi mengerti. Menurut dia menjadi salah satu pengibar bendera kecamatan adalah hal yg sangt menyenangkan menjadi kebanggan tersendiri dan orang tua  selain itu kita juga mendapatkan banyak ilmu selama d sana.dan mneurut dia juga berlatih paskibraka tidak sllu serius ada waktu waktu tertentu yg d pakai untuk bercanda,bermain dan berkenalan dengan teman baru,paskibraka tidak seserius yg kalian kira paskibra tidak kejam hanya disiplin saja.

Jumat, 27 Juli 2018

Pendaftaran Peserta Lembaga Pers Siswa (ALMANPUH)

Klik link di bawah ini


http://gg.gg/b46vc



5 BUAH PELAJARAN BERHARGA


Pelajaran Penting ke-1,
Semuanya penting!!

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir.

Isi soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?
Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya...?
Saya kumpulkan saja kertas ujian  saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!", kata si Profesor.

"Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!.
Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"!

Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".
==================
Pelajaran Penting ke-2,
Penumpang yang Kehujanan

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.

Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu.

Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.

7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya.

Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah: "Terima kasih nak, karena membantu ku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suami ku yang sedang sekarat...hingga wafatnya".
Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"

Tertanda Ny.Nat King Cole.
*Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi Negro tenar thn. 60-an di USA
=======================
Pelajaran penting ke-3,
Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.

Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya, "Berapa ya,...harga satu ice cream sundae?" katanya.
"50 sen..." balas si pelayan.

Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya, "Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.

"Bu... saya pesan yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya.
Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.

Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.

Anda bisa lihat anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak"
================================
Pelajaran penting ke-4,
Penghalang di jalan kita

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.

Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan.

Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.

Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
==========================
Pelajaran penting ke-5,
Memberi, ketika dibutuhkan

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama.

Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata, "Baiklah...saya akan melakukan hal tersebut asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, di samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah si kecil mulai pucat dan  senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar katanya, "Apakah saya akan langsung mati dokter?"

Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.

Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya??

Bagilah pengalaman Anda yang dapat memberikan hal2 positif bagi siapa saja. Memberi lebih baik daripada menerima.

Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang,  
Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,
Menari dan menyanyilah seolah tidak ada yang menonton..

DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT
INDAHNYA BINTANG.

Kirimkan untuk orang-orang yang Anda kasihi, walaupun dia adalah musuhmu!!

peace & love  


Karakteristik Pemimpin


Tidak mudah menjadi pemimpin.  Juga tidak mudah memilih pemimpin.   Ini akan dialami oleh suatu masayarakat yang rusak.  Masyarakat yang para pemimpin  dan politisinya menjadikan Book of The Prince sebagai kitab suci mereka dan Machiavelli sebagai panutan mereka.  Masyarakat yang memberikan kesempatan pada orang-orang bodoh tampil bicara.  Kondisi ini pernah digambarkan Nabi saw. dalam sabdanya:
 “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau saw. apa itu Ruwaibidlah?  Rasul menjawab: Seorang yang bodoh (yang dipercaya berbicara) tentang masalah rakyat/publik”. (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Agar kita tidak terjatuh pada kondisi buruk seperti diperingatkan Nabi saw. di atas, maka perlu dibentuk kesadaran umum (public awaraness) tentang karakteristik pemimpin yang layak mengurus publik.  Tulisan ini mencoba memberikan sumbangsih pemikiran untuk itu.

Tanggung Jawab Pemimpin
Kepemimpinan adalah  amanat untuk mengurus orang-orang atau rakyat yang dipimpin.  Rasulullah saw. mengumpamakan pemimpin laksana penggembala (ra’in).  Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)” (HR. Imam Al Bukhari  dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.).
Rasulullah saw. memberikan penjelasan tentang pemimpin pengganti beliau (khalifah) dalam mengurus kaum muslimin bakal diminta pertanggungjawaban di akhirat. Beliau saw. bersabda:

“Dahulu, Bani Israil selalu dipimpin dan dipelihara urusannya oleh para Nabi.  Setiap kali seorang nabi meninggal, digantikan oleh Nabi yang lain. Sesungguhnya tidak akan ada Nabi setelahku, (tetapi) nanti akan ada banyak khalifah.  Para sahabat bertanya :Apa yang engkau perintahkan kepada kami?  Beliau menjawab: Penuhilah baiat yang pertama, lalu yang pertama.  Berikanlah kepada mereka hak mereka, karena Allah nanti akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang telah diserahkan kepada mereka mengurusnya”.  (HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah).
Hadits-hadits tersebut di atas memberikan indikasi bahwa pemimpin yang layak adalah yang punya dimensi tanggung jawab hingga ke akhirat. Tentu yang dimaksud bukanlah rohaniawan yang tak cakap mengurus dunia.  Juga bukan pemimpin sekuler yang tak tahu urusan akhirat. Pemimpin sekuler, yang memisahkkan agama dari urusan dunia atau negara jelas merasa bebas  berbuat, karena merasa tidak perlu dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.  Pertanggungjawaban di dunia itu semu belaka, sebab tergantung banyaknya suara dukungan.  Pemimpin yang pandai menjaga dukungan mayoritas suara, dia tidak akan pernah ditolak pertanggungjawabannya. 
Jika kita sepakat bahwa pemimpin yang layak memimpin manusia adalah pemimpin yang punya rasa tanggung jawab dunia akhirat, maka bagaimana karakteristik pemimpin itu sehingga dia bisa melaksanakan tanggung jawabnya.

Karakteristik  Pemimpin
Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam kitab Nizhamul Hukm fil Islam memberikan syarat-syarat –dengan argumen syar’i—yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang khalifah sebagai pemimpin publik tertinggi negara dalam perspektif Islam sebagai berikut : (1) muslim; (2) laki-laki; (3) dewasa (baligh); (4) berakal; (5) adil; (6) merdeka; dan (7)  mampu melaksanakan amanat Khilafah, yakni menjalankan pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw.  Selain syarat sahnya baiat seorang Khalifah di atas, An Nabhani juga menambahkan syarat tambahan –keutamaan, bukan keharusan—berupa: (1) mujtahid, yakni seorang yang ahli menggali hukum syar’I dari sumber-sumber hukum syariah (Al Quran, As Sunnah, Ijma’ Shahabat, dan Qiyas); (2) pemberani; (3) politikus ulung; (4)keturunan Quraisy atau Ali bin Abi Thalib. 
Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Al Afkar as Siyasiyyah menyebut beberapa karakteristik untuk seorang pemimpin publik sebagai berikut: 
Pertama, berkepribadian kuat.  Rasulullah saw. menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus kuat, tidak lemah.  Orang lemah tidak pantas menjadi pemimpin.  Diriwayatkan dari Abu Dzar  bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Wahai Abu Dzar, aku melihat dirimu adalah orang yang lemah. Dan aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku.  Janganlah engkau menjadi amir (pemimpin) dari dua orang.  Dan janganlah kkamu mengurus harta anak yatim” (HR. Imam Muslim).
Abu Dzar juga menuturkan bahwa dia berkata kepada rasulullah saw.:
“Wahai Rasulullah, tidakkan engkau mengangkatku (menjadi pejabat)?  Kemudian Rasulullah saw. menepuk pundakku, dan berkata: “Wahai Abu Dzar, kamu adalah orang yang lemah, dan sesungguhnya jabatan ini adalah amanah, dan pada hari pembalasan akan menjadi kehinaan dan sesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya sesuai dengan haknya dan menunaikan kewajiban dalam kepemimpinannya” (HR. Muslim).
Kuat dan lemah yang dimaksud dalam hadits ini adalah kekuatan kepribadian (syakhshiyyah) , yakni pola pikir (aqliyyah)  dan pola jiwanya (nafsiyyah). 
Oleh karena itu, pola pikir seorang pemimpin harus menyatu dengan kepemimpinannya.  Dengan  itu  dia dapat memahami berbagai masalah yang menjadi tanggung jawabnya.  Demikian juga, pola jiwanya juga harus menyatu dengan kepemimpinannya.  Dengan itu dia akan menyadari bahwa dia seorang pemimpin, sehingga dia dapat mengendalikan kecenderungan-kecenderungannya sebagai pemimpin.    
Kedua,  bertakwa.  Karena kekuatan kepribadian  seorang pemimpin sangat berpengaruh pada kepemimpinannya, maka seorang pemimpin harus memiliki kualitas yang mampu menjauhkannya dari pengaruh-pengaruh buruk.  Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki sifat takwa pada dirinya, baik secara pribadi, maupun dalam hubungannya dengan tugas dan tanggung jawabnya memelihara urusan rakyat.  Diriwayatkan dari Sulaiman bin Buraidah dari bapaknya, bahwa ia menuturkan:
“Rasulullah saw. apabila mengangkat seorang pemimpin pasukan atau suatu ekspedisi pasukan khusus, maka beliau mewasiatkan takwa kepadanya dan berbuat baik terhadap kaum muslimin yang bersama dengannya (anak buahnya)”  (HR. Muslim).
Seorang pemimpin yang bertakwa akan senantiasa menyadari bahwa Allah SWT senantiasa memonitornya (muraqabah) dan dia takut kepada-Nya, sehingga dengan demikian dia akan menjauhkan diri dari sikap sewenang-wenang (zalim) kepada rakyat maupun sikap abai terhadap urusan urusan rakyat.  Khalifah Umar r.a., pemimpin negara Khilafah yang luas wilayahnya meliputi Jazirah Arab, Persia, Irak, Syam (sekarang : Syria, Yordania, Lebanon, Israel, dan Palestina), serta Mesir,   pernah berkata:  “Andaikan ada seekor hewan di Irak  kakinya terperosok di jalan, aku takut Allah akan meminta pertanggungjawabanku kenapa tidak mempersiapkan jalan tersebut (menjadi jalan yang rata dan bagus)”(lihat Zallum, idem).
Ketiga, belas kasih.  Seorang pemimpin harus punya sifat belas kasih kepada rakyatnya.  Ini diwujudkan secara konkrit dengan sikap lembut dan kebijaksanaannya yang tidak menyulitkan rakyatnya.  Diriwayatkan bahwa istri Rasulullah saw., Aisyah r.a. pernah berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Ya Allah, siapa saja yang diberi tanggung jawab memimpin urusan pemerintahan umatku dan menimbulkan kesulitan bagi mereka, maka persulitlah dia.  Dan siapa saja yang memerintah umatku dengan sikap lembut (bersahabat) kepada mereka, maka lembutlah kepadanya”. (HR. Muslim).
Dalam kaitan ini juga Rasulullah saw. mengajarkan agar pemimpin itu bersikap memberi kabar yang baik, bukan bersikap menakutkan.  Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy’ari r.a. (yang diutus menjadi Wali/Gubernur di Yaman) bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Gembirakanlah (rakyat) dan janganlah engkau hardik, dan permudahlah mereka dan jangan engkau persulit (urusan mereka)” (HR. Bukhari).
Keempat,jujur dan penuh perhatian.    Seorang pemimpin haruslah jujur dan penuh perhatian dalam mengurus urusan rakyat sehingga rakyat bisa terpenuhi kebutuhan mereka dan menikmati layanan pemimpinnya.  Diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja yang memimpin pemerintahan kaum muslimin lalu dia tidak serius mengurusnya, dan tidak memberikan nasihat yang tulus kepada mereka, maka dia tidak akan mencium harumnya aroma surga”. (HR. Imam Muslim).  Dalam hal ini perhatian pemimpin bukan saja untuk memelihara terpenuhinya kebutuhan fisik rakyat, tapi juga kebutuhan ideologis, agar mereka tetap di jalur kehidupan yang mengantarkan kepada jalan menuju keridloan Allah SWT sehingga rakyatnya sukses dunia akhirat.
Kelima, istiqamah memerintah dengan syariah.  Seorang pemimpin yang jujur memimpin kaum muslimin akan melaksanakan pemerintahannya berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.  Diriwayatkan bahwa ketika Muadz bin Jabal    diutus menjadi Wali/Gubernur di Yaman, Rasulullah saw. menanyainya bagaimana cara dia memerintah.  Nabi bertanya kepadanya: “Dengan apa engkau memutuskan perkara?”  Muadz menjawab: Dengan Kitabullah”.  Rasul bertanya: “Dengan apalagi jika engkau tidak mendapatinya (di dalam Al Quran)?”.  Muadz menjawab: “Dengan Sunnah Rasululllah”.   Rasul berkata: ““Dengan apalagi jika engkau tidak mendapatinya (di dalam Al Quran maupun As Sunnah)?”.   Muadz menjawab: “Aku akan berijtihad”.  Kemudian Rasulullah saw. berucap: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasulullah ke jalan yang disukai Allah dan Rasul-Nya”.  (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Baihaqi).

Khatimah       
Kita berharap lima karakteristik kepemimpinan di atas menjadi kesadaran dan opini umum masayarakat  sehingga aspirasi dan kecenderungan rakyat adalah memilih pemimpin yang berkarakter seperti itu.    Karena rakyat yang muslim beriman kepada Allah dan rasul-Nya pasti berharap agar para pemimpinnya benar-benar punya kehendak baik kepada rakyat kaum muslim seperti sifat Rasulullah saw. (lihat QS. At Taubah 128) dan punya kesiagaan dan kewaspadaan tinggi untuk menjaga kemaslahatan dan keselamatan rakyat dengan syariah seperti perintah Allah SWT kepada Rasulullah saw. (lihat QS. AL Maidah 49).  Mudah-mudahan dengan dengan munculnya karakter kepemimpinan seperti itu dalam diri para pemimpin di negeri ini, krisis yang melanda selama ini cepat di atasi.   Wallahua’lam bishawab!       





Pernyataan Sikap Perguruan MA Kepuh

Pernyataan Sikap Pengurus Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh Atas Kejahatan Penusukan Terhadap Menteri Polhukam Jenderal (Purn) Dr. H. Wira...