TERAKREDITASI “C”, BAN SM no 28.00.SMA/MA.0073.10. Alamat : Jl. K.H. Saiman Kp. Kepuh Ds. Bantarwaru Kec. Cinangka Kab. Serang-Banten 42167 Hp. 081310347565 Program Studi : 1. IPS
Jumat, 17 Mei 2019
Jumat, 14 September 2018
PEMBIASAAN KARAKTER PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH MATHLA’UL ANWAR KEPUH MELALUI TADARRUS DAN HAFALAN AL-QURĀN JUZ 30
Oleh: Zainul Arifin, S.Pd.I, M.Pd
Pembentukan karakter (akhlak) merupakan
bagian misi utama Rasulullah SAW. Karenanya dalam pembentukan karakter itu
penting adanya formulasi penyelenggaraan pendidikan Islam sebagai pendidikan
berkarakter. Dalam memformulasikannya kembali kepada sumber petunjuk Allah SWT
dalam Al-Qur’an.
A. MUQODDIMAH
Madrasah
Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh merupakan lembaga pendidikan formal
berbasis keagamaan di bawah naungan Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh. Sebagai
Lembaga pendidikan islam. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh
memiliki tujuan utama yaitu berikhtiar semaksimal mungkin untuk dapat
mewujudkan generasi islam yang memiliki kemantapan akidah al-islamiyah,
ber-akhlakul karimah (berkarakter) dan memiliki keteguhan dalam
menjalankan syariat islam, serta mewujudkan generasi islam qur’ani yang cerdas,
tangguh dan mandiri.
pendidikan
karakter menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan. Pembentukan
karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan Tuhan, yang kemudian membentuk
jati diri dan prilaku. Dalam prosesnya sangat dipengaruhi oleh keadaan
lingkungan, sehingga lingkungan memiliki peranan yang cukup besar dalam
membentuk jati diri dan prilaku. Sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari
lingkungan memiliki peranan yang sangat penting, oleh karena itu setiap sekolah
dan masyarakat harus memiliki pendisiplinan dan kebiasaan mengenai karakter
yang akan dibentuk. Para pemimpin dan tokoh masyarakat juga harus mampu
memberikan suri teladan mengenai karakter yang akan dibentuk tersebut.
B. DASAR PEMIKIRAN
Pendidikan
adalah sebuah proses yang tak berkesudahan yang sangat menentukan karakter
bangsa pada masa kini dan masa datang, apakah suatu bangsa akan muncul sebagai
bangsa berkarakter baik atau bangsa berkarakter buruk, sangat tergantung pada
kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa tersebut.
Negara Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting, begitupun dengan pendidikan Agama, sebagaimana yang kita tahu jam tatap muka pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah sangat jauh dari kata cukup, oleh karena itu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh berupaya menerpakan pembiasaan karakter melalui pembiasaan bimbingan tadarrus, hafalan dan pemahaman terhadap Al-qur’an khususnya pada Juz 30.
Negara Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting, begitupun dengan pendidikan Agama, sebagaimana yang kita tahu jam tatap muka pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah sangat jauh dari kata cukup, oleh karena itu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh berupaya menerpakan pembiasaan karakter melalui pembiasaan bimbingan tadarrus, hafalan dan pemahaman terhadap Al-qur’an khususnya pada Juz 30.
Belajar
dan menghafal al-Quran selama ini identik dengan aktifitas para santri yang
sedang bergelut dengan pelajaran ilmu-ilmu keislaman di pondok pesantren,
sementara para pelajar dan mahasiswa lebih sering dikaitkan dengan aktifitas
belajar ilmu-ilmu umum dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka siswa
hafal al-Quran ataupun guru hafal al-Quran.
Padahal
kalau mau berkaca pada sejarah ilmuwan-ilmuwan muslim yang fenomenal dalam
bidang filsafat dan sains pada abad pertengahan Islam, kita pasti akan
mendapatkan segudang contoh orang-orang yang mumpuni di bidangnya, dan mereka
rata-rata hafal dan menguasai al-Quran. Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, al-Ghazali,
Ar-Razi dll, mereka adalah sosok ilmuan yang komplit, rumus-rumus fisika,
kimia, astronomi dikuasai, tafsir, hadis, fiqh juga dipahami secara mendalam.
Apa
rahasianya? Ternyata memang saat itu ada tradisi yang kuat bahwa hafal dan
faham al-Quran itu merupakan harga mati (tidak boleh ditawar) sebelum mereka beranjak untuk
mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Hal ini tercermin dalam tulisan Imam An-Nawawi
dalam kitabnya Al-Majmu :
Hal
Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal
Al Quran, karena ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan
mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. “Imam Nawawi, Al Majmu,( Beirut, Dar Al Fikri,
1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66
Pendidikan di Indonesia terproyeksikan pada ideologi pancasila dan konstitusi
Undang-undang Dasar 1945 sebagai falsafahnya. Oleh karena itu tujuan pendidikan
secara umum ditunjukan untuk menghasilkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang
sikap dan prilakunya senantiasa dijiwai oleh nilai-nilai pancasila. Menurut
undang-undang no. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang SISDIKNAS menyatakan
bahwa tujuan pendidikan nasional adalah Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupn bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.
Menginsafi
pemikiran di atas, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh sebagai
bagian dari lembaga pendidikan yang diamanatkan untuk mendidik putra-putri
bangsa dengan sebaik-baiknya bertekad untuk tampil sebagai madrasah yang
memiliki kualifikasi standar nasional yang memiliki keunggulan-keunggulan
komparatif maupun kompetitif hususnya di bidang keagamaan. Sebagai langkah awal
untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik di bidang keagamaan serta
wawasan keislaman, maka Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh selalu memberikan
bimbingan bacaan Al-Qur’an serta Hafalan Juz 30 di setiap hari Jum’at pagi
yang di mulai dari pukul 06.30 s.d pukul 7.30.
C. LANDASAN
HUKUM
1.
Surat Al-Ankabut ayat 48-49 tentang keutamaan dari
menghafal Al-Quran
2.
Surat Al-Muzammil ayat 4 tentang bagusnya bacaan Al-qur’an
3.
Surat Al-Qolam ayat 4 tentang Akhlaq Rasulullah
4.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
5.
Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulusan
E. TUJUAN
- Menumbuhkan
kesadaran peserta didik agar membiasakan membaca dan menghafal
Al-Quran.
- Menumbuhkan
sikap penting terhadap kelancaran membaca dan menghafal Al-Quran.
- Menanamkan
kepada peserta didik untuk berakhlakul qurani.
- Melaksanakan
tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam undang-undang No. 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
- Meningkatkan
mutu pendidikan Agama di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh
- Lulusan
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh dapat melanjutkan ke
jenjang lebih tinggi dengan bermodalkan al-quran.
F. PENUTUP
Sebagai
lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak tahun 1918, Madrasah Ibtidaiyah
(MI) Mathla’ul Anwar Kepuh menyadari panggilannya dalam hal pendidikan
berkualitas, yaitu menjadi Madrasah yang unggul dalam iman dan taqwa serta ilmu
pengetahuan dan teknologi. Jalannya program pasti tidak lepas dari adanya
kendala-kendala. Untuk itu perlu adanya dukungan dari segala pihak baik
pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, maupun masyarakat yang peduli pada
pendidikan, agar program bimbingan tadarrus dan hafalan juz 30 yang sedang di
lakasanakan akan berhasil pada tahun mendatang, amin ya Robbal alamin.
|
Penulis
adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar Kepuh
|
Jumat, 07 September 2018
#100 Tahun MA Mengabdi Khittah Perjuangan Mathla’ul Anwar Kepuh Kec.Cinangka Kab. Serang dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Oleh : Zainul Arifin, M.Pd
Mathla’ul Anwar Kepuh
Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang adalah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Keagamaan, Mathla’ul Anwar (bahasa
arab, yang artinya tempat munculnya cahaya) yang mengelola pendidikan, da’wah dan sosial yang berdiri sejak tahun
1918 M cabang kedua dari Mathla’ul Anwar Menes Pandeglang yang berdiri pada
tahun 1916 M, Mathla’ul Anwar Kepuh didirikan oleh para kyai serta tokoh
masyarakat yang berada di daerah Kampung kepuh dan sekitarnya. Sejak awal memang Mathla’ul Anwar bergerak dalam bidang pendidikan.
Perlu diingat Mathla’ul Anwar Kepuh adalah ormas yang mendirikan sekolah dengan
sistem klasikal modern di wilayah cinangka khususnya dan umumnya kabupaten
serang yaitu madrasah. Pendidikan yang diterapkan di Mathla’ul Anwar Kepuh saat
itu namanya MWB (Madrasah Wajib Belajar) yaitu pada tahun 1960. sistemnya mulai
dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Dan tenaga
pendidik/guru yang melakukan pengajaran di Madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh berasal
dari Mathla’ul Anwar Menes, atas perintah Ki Abdurahman diutuslah beberapa guru
yaitu :
1.
Ki Abeh (Harbi) bin Ki
Abdurrahman,
2.
Ki M. Sidik ( Sapijan ), Sepulangnya
dari mengajar beliau berdagang hingga memiliki istri namun tidak dikaruniai
keturunan, kemudian beliau melanjutkan berdagang ke Karawang dan singapura.
3.
Ki Abidin, beliau punya murid
yaitu KH.Abul Syukur, (Kepuh) KH. Hasyim (Nangkaberit), KH Samsudin (Kubang
Karees, KH. Abdul Latif (babakan).
4. Ki Ahmad Salmani, disamping
mengajar beliau juga memiliki keahlian
menjahit maka sepulangnya dari mengajar setiap harinya beliau isi dengan
kegiatan menjahit,
Sejak
awal berdirinya Mathla’ul Anwar Kepuh telah mekasanakan misi pendidikan, sosial
dan dakwah di wilayah Kecamatan Cinangka khususnya, dan Kabupaten Serang pada
umumnya, dimulai dari pengajian-pengajian, Hingga mendirikan lembaga pendidikan
formal dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah
Aliyah (MA).
Dari awal berdirinya pendidikan Mathla’ul
Anwar Kepuh memiliki Fungsi untuk mencerdaskan ummat manusia dan bangsa sehingga menjadi terhormat dalam
pergaulan berbangsa
dan beragama serta untuk memberikan wawasan yang plural sehingga mampu
menjadi penopang kemajauan pembangunan agama dan bangsa.
Selain madrasah, pendidikan lain yang
dikelola oleh Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh
adalah
pesantren, dengan segala dinamikanya,
keberadaan pesantren telah memberikan sumbangan besar yang tidak ternilai
harganya dalam mencerdaskan anak bangsa, menyuburkan tradisi keagamaan yang mampu berbaur dengan
masyarakat berbekal ilmu-ilmu agama yang kuat serta menciptakan generasi yang berakhlak
karimah.
Pendidikan pesantren dirancang dan
dikelola untuk menumbuh kembangkan umat yang memiliki kemandirian yang luar biasa, juga mengembangkan ilmu
(agama) demi mewujudkan insan
sholeh-sholehah yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Sebagai lembaga pendidikan, peran utama Pondok pesantren
tentu saja menyelenggarakan pendidikan keislaman untuk para santri. Namun dari
masa ke masa pesantren tidak hanya berperan dalam soal pendidikan, tetapi juga
peran-peran sosial bagi masyarakat di sekitarnya.
Adapun pondok pesantren
yang berdiri saat itu dan berada dibawah naungan perguruan Mathla’ul Anwar
Kepuh yaitu :
1.
Pondok Pesantren Nurul Anwar di
kampung Kepuh di bawah Pimpinan Ustadz. Sanari Jamil
2.
Pondok Pesantren Miftahul Anwar
dikampung Kepuh bawah pimpinan Ibu Hj. Hindun
3.
Pondok Pesantren Roudlotul
Anwar Kampung Kepuh di bawah Pimpinan Hj. Aminah ( Ibu Emin)
4.
Pondok Pesantren Syubbanul
Anwar di Kampung Dangdeur di bawah Pimpinan Ibu Marsanah
5.
Pondok Pesantren Al-Anwar di
Kampung Kubang Karees dibawah Pimpinan KH. Syamsudin
6.
Pondok Pesantren Darul Anwar di
kampung Nangka Berit di bawah pimpinan KH. A. Ruyadi Zaeni.
Walaupun pada saat itu Sarana
dan prasarana penunjang pendidikan juga
masih sangat jauh dari kata layak,” namun tidak menyurutkan semangat
para guru untuk mengajar berbagi ilmu kepada anak-anak didiknya, mereka
tergerak mengajar untuk membangun generasi cerdas agar menjadi insan yang
sholeh dan sholehah, meskipun kampung Kepuh jaraknya jauh dari pusat perkotaan.
Seiring dengan berjalannya waktu disertai animo masyarakat yang
sangat tinggi murid yang belajar di madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh dari tahun
ke tahun mengalami peningkatan terbukti dengan banyaknya siswa yang sekolah di
madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh saat ini tidak hanya dari masyarakat sekitar,
melainkan juga dari daerah-daerah lain, seperti dari Jakarta, tangerang,
lampung, semarang, cirebon dan daerah lainnya.
Bagi siswa yang jauh mereka tinggal di Pondok Pesantren Darul Anwar di bawah
Pimpinan/Pengasuh KH. Ahmad Ruyadi Zaeni dan Pondok Pesantren Miftahul Huda di
bawah Pimpinan/Pengasuh KH. Iin Faizin.
Berikut ini adalah
tokoh-tokoh yang berjasa besar dalam membangun lembaga pendidikan Perguruan
Mathla’ul Anwar Kepuh-Cinangka :
1.
Kyai Sajaya
2.
KH. Saiman (Cikiara)
3.
KH. Akhyar (Kepuh)
4.
KH. Rahiman (Kepuh)
5.
KH. Abdussalam (Kepuh)
6.
Kyai Halimi (Kepuh)
7.
KH. M. Nuh (Kubang Karees)
8.
KH. Masuta (Kubang Karees)
9.
KH. Abdul Syukur (Kepuh)
10. KH. Isman (Cikondang)
11.
KH. Syadeli ( Cikiara)
12.
Hj. Hindun (Kepuh)
13.
Hj. Neneng Mahdiah (Kepuh)
14.
Hj. Aminah (Kepuh)
15.
Nyi Rofi’ah (Kepuh)
16.
H. Abdul Malik (Kepuh)
17.
KH. Rusydi ( Kepuh )
18.
KH. Syamsudin (Kubang Karees)
19.
H. Jaro Said (Kubangkarees)
20.
KH. Syarto (Kepuh)
21.
KH. Imam Nawawi (Kepuh)
22.
Satra (Kubang Karees)
23.
H. Sakam (Kubangkarees)
24.
H. Kurtubi (Kepuh)
25.
KH. Imam Nawawi (Kepuh)
26.
Khusni Said (Kepuh)
27.
H. Supri Yusuf (Kubang Karees)
28.
H. Hariri (Kubang Karees)
29.
H. Memed Munawar (Kepuh)
30.
Drs.H.Munawir Syafe’i
(Kubangkarees)
31.
Drs. Sofwani ( Kubangkarees)
32.
KH. M.Ardabily Akhyar,BA
(Kepuh)
33.
Drs. Nunung Januryadi (Jambu)
34.
KH. Arkasim (Kepuh)
35.
KH. Dhoifun,HS.BA (Kepuh)
36.
Juhdi Wijaya (Kepuh)
37.
Abay Saefudin (Kepuh)
38.
Masaliyudin (Kepuh)
39.
Janawi (Kepuh)
40.
Romawi (Kubangkarees)
41.
Ustadz Sanari Jamil (Kepuh)
42.
KH. A. Ruyadi Zaeni (Kepuh)
43.
Sayuti Akhyar BA ( Kepuh)
44.
Shoim Said (Kubang Karees)
45.
H. Rukhissalam, SE (Kepuh)
Dan masih banyak
tokoh-tokoh Mathla’ul Anwar Kepuh yang belum bisa disebutkan satu-persatu.
B. Khittah Mathla’ul Anwar Kepuh
Khittah adalah garis-garis pokok. Yang dimaksud dengan Khittah Mathla’ul Anwar adalah garis-garis
yang dijadikan landasan oleh Organisasi Mathla’ul Anwar baik pusat maupun cabang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
sebagai Ormas Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial.
Adapun garis-garis pokok (khittah) Mathla’ul Anwar sebagai berikut
:
1.
Al-Qur’an sebagai sumber utama dan pertama dalam menggali kebenaran
iman dan ilmu pengetahuan.
2.
Hadits (As-Sunnah) dari Rasulullah SAW sebagai pedoman
operasional dalam kehidupan beragama Islam.
3.
Ijma’ Sahabat merupakan rujukan pertama dalam memahami
isi kandungan al-Qur’an dan as-Sunnah.
4.
Qiyas merupakan upaya yang sangat penting dalam
menanggapi perkembangan sosial budaya yang selalu berkembang dikalangan ummat
dan masyarakat
5. Mathla’ul Anwar bersikap
tasamuh terhadap semua pendapat para ulama mujtahidin.
Khittah
merupakan langkah-langkah yang terperinci yang memberikan jalan dan arah bagi
amal usaha, Mathla’ul Anwar Kepuh berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut
seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu'amalat, yang
merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan
perseorangan maupun kolektif yang berdasarkan Al-Qur’an, Hadits (As-sunnah), Ijma
dan Qiyas. Mathla’ul
Anwar didirikan untuk meningkatkan mutu pribadi-pribadi muslim yang mampu
menyesuaikan hidup dan kehidupannya dengan ajaran agama Islam serta
mengembangkannya, Dengan mengemban misi tersebut Mathla’ul Anwar dapat
mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi Rahmatan lil-'alamin (sebagai rahmat bagi seluruh alam) dalam kehidupan di muka
bumi ini.
C. peran mathla’ul anwar kepuh terhadap bangsa
dan negara
Sebagai organisasi keagamaan, Mathla’ul Anwar Kepuh merupakan
bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia yang senantiasa berusaha memegang teguh prinsip persaudaraan
(ukhuwah), toleransi (tasamuh), kebersamaan dan hidup berdampingan antar sesama
umat Islam maupun dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan atau agama
lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh
dan dinamis.
Mathla’ul Anwar Kepuh
berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan
salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi
munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan
hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan
bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan
taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah
perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab
dalam mewujudkan "Baldatun
Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur".
Dalam
konteks berbangsa dan bernegara, peran dan kiprah Mathla’ul Anwar Kepuh telah mampu mengawal
perjalanan bangsa ini kearah yang lebih baik
dengan mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kemanusiaan. Dalam
melaksanakan misi utamanya sebagai organisasi kemasyrakatan yang bergerak
di bidang Pendidikan, sosial dan dakwah, maka Mathla’ul
Anwar kepuh tidak dapat melepaskan diri
dari dinamika politik bangsa. Politik dan dakwah
adalah dua kegiatan yang saling mempengaruhi.
Mathla’ul Anwar secara kelembagaan tidak menempatkan politik sebagai
kepentingan tujuan yang dominan. Perlu
semakin dimantapkan sebagai visi dan cita
pergerakan kultural, tanpa perlu terjebak
pada pemenuhan kepentingan-kepentingan politik yang bersifat jangka pendek dan sesaat.
Mathla’ul Anwar Kepuh
sebagai organisasi sosial keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang senantiasa
bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi
nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal
diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan
negara. Karena itu, Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa terpanggil untuk berkiprah
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah
perjuangan.
Mathla’ul Anwar Kepuh meyakini
bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari
ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu
dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang
utama. Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga
Mathla’ul Anwar dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Mathla’ul Anwar Kepuh meyakini
bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik
melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada
dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di
mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya
nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, dan kebersamaan.
Mathla’ul Anwar Kepuh
memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha
pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat. Sedangkan
hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan
hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui
pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip
perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang
demokratis.
Mathla’ul Anwar Kepuh
mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang bersifat praktis atau
berorientasi pada kekuasaan (real politics) untuk dijalankan oleh partai-partai
politik dan lembaga-lembaga formal kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju
terciptanya sistem politik yang demokratis sesuai dengan cita-cita luhur bangsa
dan negara. Dalam hal ini perjuangan politik yang dilakukan oleh
kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar mengedepankan kepentingan
rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama sebagaimana yang menjadi semangat dasar
dan tujuan didirikannya negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun
1945.
Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa
memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah dengan jalan
mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan
konstitusi dan cita-cita luhur bangsa. Mathla’ul Anwar kepuh secara aktif
menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik
yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan penuh kebersamaan.
Mathla’ul Anwar Kepuh tidak
berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan-kekuatan
politik atau organisasi manapun. Namun Mathla’ul Anwar Kepuh selalu memberikan
kebebasan kepada setiap warganya untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan
politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih tersebut harus
merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional
dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Mathla’ul Anwar Kepuh, demi
kemaslahatan bangsa dan negara.
Mathla’ul Anwar Kepuh meminta
kepada segenap warganya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan
tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung
jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah),
dan perdamaian (ishlah). Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan
misi Mathla’ul Anwar Kepuh dalam melaksanakan pendidikan, sosial dan da'wah.
Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa
bekerjasama dengan pihak atau golongan manapun berdasarkan prinsip kebajikan
dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun
kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, dan demokratis.
D.
PENUTUP
Mathla’ul Anwar Kepuh adalah organisasi yang mengelola pendidikan, da’wah dan sosial. Dengan Khittah dan gerakannya Mathla’ul Anwar Kepuh selalu
proaktif dalam memainkan perannya sebagai organisasi yang cinta tanah air
melalui aktualisasi kerja-kerja dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah.
Dalam rangka mewujudkan
cita-cita baik yang bersifat keagamaan maupun kemasyarakatan, seperti peningkatan
bidang keilmuan, peningkatan kegiatan dakwah
Islam, dan
pelayanan sosial.
Sebagai organisasi yang mempunyai fungsi pendidikan, Mathla’ul Anwar Kepuh senantiasa berusaha secara sadar untuk
menciptakan warga negara yang menyadari akan hak dan kewajibannya terhadap
bangsa dan negara dengan
melakukan kegiatan pembelajaran demi mencerdaskan kehidupan putra-putri bangsa.
Seperti yang kita tahu bahwa Mathla’ul Anwar Kepuh secara organisatoris tidak terikat
dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Setiap
warga Mathla’ul Anwar Kepuh adalah warga negara yang mempunyai
hak-hak politik yang dilindungi oleh undang-undang dan harus dilakukan secara
bertanggung jawab.
Melalui Khittah dan gerakan Mathla’ul Anwar Kepuh dapat
memainkan peran kebangsaan secara lebih proaktif melalui aktualisasi
kerja-kerja dakwah, pendidikan dan sosial. untuk memperkuat basis civil-society maupun
penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, Khittah perjuangan harus menjadi suri tauladan
bagi warga Mathla’ul Anwar khususnya dan umat islam pada umumnya dengan
semangat saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, dan saling
berlomba-lomba untuk menuju cinta dan kasih sayang Allah.
Penulis adalah Divisi Dakwah di
Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang
#Bangga Ber_MA
Langganan:
Komentar (Atom)
Pernyataan Sikap Perguruan MA Kepuh
Pernyataan Sikap Pengurus Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh Atas Kejahatan Penusukan Terhadap Menteri Polhukam Jenderal (Purn) Dr. H. Wira...
-
Download lagu Mars Mathla'ul Anwar DISINI
-
Nama Madrasah : MAS Mathla’ul Anwar Kepuh Cinangka Alamat : Jl. Raya Karang Bolong Kp. Kepuh Ds. Ban...
-
1. Nama Madrasah : MA. Mathla’ul Anwar Kepuh Cinangka 2. No. Statistik Madrasah : ...


